Infeksi Menular Seksual Sering Terlambat Disadari, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Boycat Blog - Banyak orang beranggapan bahwa infeksi menular seksual (IMS) selalu ditandai dengan luka pada alat kelamin atau rasa nyeri yang hebat. Faktanya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebagian besar penderita justru tidak mengalami gejala yang jelas pada tahap awal sehingga penyakit baru diketahui setelah muncul komplikasi atau ketika melakukan pemeriksaan kesehatan.
Kondisi inilah yang membuat penularan IMS masih menjadi tantangan di berbagai negara. Seseorang yang merasa sehat dapat saja membawa infeksi dan menularkannya kepada pasangan tanpa disadari. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda awal, faktor risiko, serta pentingnya pemeriksaan dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Infeksi Menular Seksual Itu Apa?
Masih banyak masyarakat yang bertanya, infeksi menular seksual itu apa?
Infeksi menular seksual adalah kelompok penyakit yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit. Selain melalui aktivitas seksual, beberapa jenis IMS juga dapat menular melalui darah yang terkontaminasi atau dari ibu kepada bayi selama kehamilan dan persalinan.
Karena penyebabnya beragam, setiap jenis IMS memiliki gejala, pemeriksaan, dan pengobatan yang berbeda.
Infeksi Menular Seksual Apa Saja?
Beberapa jenis IMS yang paling sering ditemukan antara lain:
- Gonore (kencing nanah)
- Klamidia
- Sifilis
- Herpes genital
- Human Papillomavirus (HPV)
- Trikomoniasis
- HIV
- Hepatitis B yang ditularkan melalui hubungan seksual
Sebagian penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila ditangani sejak dini, sementara beberapa lainnya memerlukan terapi jangka panjang untuk mengendalikan infeksi.
Penyebab Infeksi Menular Seksual.
Penyebab infeksi menular seksual berbeda-beda tergantung mikroorganisme yang menginfeksi tubuh. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang tertular IMS, yaitu:
- Berhubungan seksual tanpa kondom.
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
- Memiliki pasangan yang telah terinfeksi IMS.
- Berbagi penggunaan jarum suntik.
- Tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan seksual meskipun memiliki faktor risiko.
Semakin tinggi faktor risiko yang dimiliki, semakin penting pula melakukan skrining secara berkala.
Ciri Infeksi Menular Seksual yang Perlu Dikenali.
Gejala IMS tidak selalu muncul dalam waktu yang sama. Bahkan, sebagian penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah menjalani pemeriksaan medis. Beberapa ciri infeksi menular seksual yang perlu diwaspadai meliputi:
- Keluar cairan yang tidak normal dari penis atau vagina.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Luka, lepuhan, atau benjolan di area genital.
- Gatal pada organ intim.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Ruam pada kulit.
- Pembengkakan kelenjar getah bening.
Apabila mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Wanita.
Infeksi menular seksual pada wanita sering kali berkembang tanpa gejala yang khas. Karena itu, banyak kasus baru diketahui setelah penyakit berkembang lebih lanjut. Beberapa ciri infeksi menular seksual pada wanita antara lain:
- Keputihan yang berubah warna atau berbau menyengat.
- Nyeri pada perut bagian bawah.
- Perdarahan di luar siklus menstruasi.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Luka atau lepuhan di area genital.
Selain itu, gejala infeksi menular seksual pada wanita juga dapat berupa rasa nyeri ketika berhubungan seksual atau munculnya ketidaknyamanan di area panggul.
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria.
Sementara itu, infeksi menular seksual pada pria umumnya lebih mudah dikenali karena gejala sering muncul pada penis maupun saluran kemih. Keluhan yang dapat terjadi meliputi:
- Keluar cairan dari penis.
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
- Luka pada penis.
- Nyeri atau pembengkakan testis pada jenis infeksi tertentu.
- Nyeri saat ejakulasi.
Walaupun demikian, pria juga dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala sehingga pemeriksaan tetap penting apabila memiliki faktor risiko.
Mengapa IMS Sering Terlambat Diketahui?
Ada beberapa alasan mengapa IMS sering terlambat terdiagnosis.
1. Tidak Menimbulkan Gejala.
Sebagian penderita tidak mengalami keluhan sama sekali pada tahap awal.
2. Gejalanya Mirip Penyakit Lain.
Keputihan, gatal, atau nyeri saat buang air kecil sering dianggap sebagai infeksi biasa sehingga tidak segera diperiksakan.
3. Rasa Malu untuk Berkonsultasi.
Sebagian orang merasa sungkan membicarakan masalah kesehatan reproduksi sehingga menunda pemeriksaan.
4. Menganggap Keluhan Akan Hilang Sendiri.
Padahal, banyak IMS memerlukan pengobatan khusus agar infeksi tidak berkembang menjadi komplikasi.
Cara Mencegah Infeksi Menular Seksual
Risiko IMS dapat ditekan dengan menerapkan kebiasaan berikut:
- Menggunakan kondom secara benar dan konsisten.
- Setia pada satu pasangan seksual.
- Menjalani pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala jika memiliki faktor risiko.
- Mendapatkan vaksin HPV dan hepatitis B sesuai anjuran.
- Tidak berbagi jarum suntik.
- Segera memeriksakan diri apabila muncul gejala yang mencurigakan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:
- Keluar cairan tidak normal dari organ reproduksi.
- Luka atau benjolan di area genital.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Pasangan didiagnosis mengalami IMS.
- Riwayat hubungan seksual berisiko.
Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan sekaligus mencegah penularan kepada pasangan.
Kesimpulan:
Infeksi menular seksual merupakan penyakit yang sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita tidak menyadari dirinya telah terinfeksi. Mengenali ciri infeksi menular seksual, memahami penyebab infeksi menular seksual, serta mengetahui infeksi menular seksual apa saja menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi. Pemeriksaan sejak dini, perilaku seksual yang aman, dan tidak menunda konsultasi ke tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Artikel lainnya: